Teruntuk sosok lelaki terbaik, lelaki pekerja keras, lelaki tegas yang di hatinya selalu bermekar rasa cinta kepada istri dan ketiga putra putrinya.
Ayah, maaf, putramu belum mampu mengukir prestasi gemilang buah harapan dan cita-citamu.
Ayah, maaf, putramu belum mampu membalas butir-butir keringat yang kau teteskan di separuh hidupmu untuknya.
Ayah, maaf, putramu yang semena berlaku tanpa tahumu.
Ayah, maaf, untuk segala emosi yang melarutkan hatimu dalam kekecewaan.
Ayah, maaf, untuk sebuah janji yang belum tertepati.
Ayah, maaf untuk segalanya.
Kan kujadikan hari ini momentum pemacu semangat, bahan bakar pelaju citamu dan citaku.






ayah is the best
Oleh: eko santoso on Juni 29, 2011
at 14:55